MUTIARA-QOLBU

SANAD , APA YANG DI MAKSUD DENGAN SANAD ?

Sering kita mendengar sebuah ceramah , bahwa para agamawan (penceramah) “SANADNYA HARUS JELAS SAMPAI KE RASULLULLAH”

Orang awam yang mendengar ceramah tersebut pasti bertanya tanya tentang urusan “SANAD” tersebut , yaitu :

  1. Bagaimana cara mengetahui urutan dari sanad tersebut ? karena jaraknya adalah 1.400 tahunan yang lalu
  2. Siapa yang berkompeten mengklarifikasi kebenaran Sanad Tersebut ? , jika hanya mengklaim kalau sanadnya yang paling bener , maka semua juga merasa bener.

Dengan 2 (dua) pertanyaan tersebut saja , jawabannya pasti sangat rumit dan pasti penuh dengan perdebatan yang sangat sengit karena semuanya merasa paling benar Sanadnya dan paling bisa di pertanggung jawabkan Sanad Keilmuannya (mengurut berguru ke siapa dan pada siapa , sampai 1.400 th kebelakang)

Agar kita tidak terjebak dengan perdebatan yang rumit dan tidak ada manfaatnya , mari kita urai dulu bagaimana pemahaman tentang “SANAD”

“SANAD” secara bahasa berasal dari akar kata “SANADA” yang artinya adalah SANDARAN , PEGANGAN DAN LANDASAN.

LANTAS BAGAIMANA PEMAHAMAN BERSANAD SAMPAI KE “RASULLULLAH” ?

YANG PERLU DI URAI SEKARANG INI , ADALAH KATA “RASULLULLAH”

  1. “RASULLULLAH” secara bahasa berasal dari kata “RASUL” dan “ALLAH”
  2. “RASUL” dari kata “ROSALA” yang artinya adalah “RISALAH” atau “UTUSAN”
  3. KONTEKSTUAL “RASUL” ADALAH KALIMAT MUSABAHA YANG ARTINYA :

a. KETIKA UCAPANNYA TIDAK LAZIM DALAM ILMU NAHFU

b. BISA SEBAGAI OBYEK , SUBYEK DAN MASDAR (KATA YANG DI BENDAKAN) ATAU BISA ISIM FA’IL DAN BISA ISIM MAF’UL

  1. BERARTI “RASULLULLAH” itu adalah “RISALAH ALLAH” berarti itu adalah “AL QURAN”
  2. ATAU SEBAGAI ORANG YANG MENYAMPAIKAN “RISALAH ALLAH” ATAU ORANG YANG MENYAMPAIKAN “AL QURAN” (UTUSAN ALLAH)

JADI BERSANAD SAMPAI KE “RASULLULLAH” ADALAH :

  1. JIKA BERHUJJAH , MAKA BERSANDARLAH , PERPEGANGLAH DAN BERLANDASKANLAH DENGAN MENGGUNAKAN AL QURAN YAITU “AYAT BIL AYAT” (AYAT MENERANGKAN AYAT) DAN HUJAH TERSEBUT PASTI KUAT KARENA AL QURAN ITU DI JAMIN KEBENARANNYA
  2. BUKAN BERHUJJAH , YANG HANYA BERDASARKAN DONGENG , PRASANGKA ATAU MENURUT PENDAPATNYA SENDIRI SEPERTI PERNYATAAN SURAT (2:78-79) (3:78)
  3. KARENA AL QURAN ITU MENJELASKAN SEGALA SESUATU (6:154) (7:145) (12:111) (16:89)
  4. DAN AL QURAN ADALAH PETUNJUK BAGI MANUSIA (HUDALINNAS) DUHULU , SEKARANG DAN AKAN DATANG (2:185) (3:4 , 138 (6:91) (7:159) (28:43) (45:20)
  5. DAN TIDAK ADA YANG DAPAT MERUBAH AL QURAN (6:115) KARENA DI JAGA OLEH ALLAH (15:9) (41:41-42) (DI JAMIN KEASLIAN DAN KEBENARANNYA)

PERTANYAAN ALLAH PADA KITA !!!

APAKAH TIDAK CUKUP HANYA DENGAN AL QURAN (14:52) (29:51) (41:53) , KARENA AL QURAN ADALAH HUJJAH YANG PALING KUAT (6:149)

SEBAGAI DASAR CROSCEK , BISA DI LIHAT DI SURAT (22:75)

(22:75) Allah “MEMILIH” (YASTHOFI) Utusan-Utusan (Nya) (RUSULAN) dari Malaikat dan dari Manusia , sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat

Keterangan :

  1. ALLAH “MEMILIH menggunkan kata “YASTHOFI” itu adalah Fiil Mudhori yang artinya sekarang dan akan datang RASUL selalu ada
  2. Keberadaan RASUL tersebut bisa dari Jenis MALAIKAT atau dari Jenis MANUSIA sebagai penyampai RISALAH

BERARTI “RISALAH ALLAH” (Al Quran) ATAU “PENYAMPAI RISALAH ALLAH” (Utusan) ITU SELALU ADA

MAKA “BERSANADLAH” (Bersandar , Berpegang dan Berlandaskan) PADA MEREKA AGAR KITA TIDAK SESAT , BUKAN MENGURUT KEBERADAAN SESEORANG BERGURU PADA SIAPA DAN KESIAPA SAMPAI 1.400 TH KE BELAKANG.

SALAM CERDAS BERSANAD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: