MUTIARA-QOLBU

SEORANG PEMUDA HIDUP 2400 TAHUN DI DASAR LAUTAN

Imam Al-Yafi’ menceritakan:
Bahwa Allah Subhanahu wata’ala mewahyukan kepada nabi Sulaiman: “Keluarlah engkau dari istanamu dan datangi pinggir sebuah laut, engkau akan menyaksikan hal yang sangat mengagumkan”.

Keluarlah nabi sulaiman alaihissalam dengan diiringi pasukannya dari bangsa manusia dan jin, dan ketika nabi sulaiman tiba di pinggir laut, ia menoleh dan memperhatikan sekeliling arah kanan dan kirinya dan ia tidak menemukan hal yang mengagumkan. Berkata Nabi sulaiman pada jin: “Menyelamlah ke dalam laut, dan ceritakan padaku apa yang engkau temukan di dalamnya !”.

Dan setelah seorang jin menyelam dan mengamati isi lautan, jin itu kembali dan memberi laporan pada nabi sulaiman: ” Ya nabi Allah, aku menyelami laut ini sejauh itu, namun aku tidak bisa mencapai dasar laut ini, dan aku tidak melihat hal yang mengagumkan”. Nabi sulaiman alaihissalam pun memerintahkan ifrit untuk menyelam: “Menyelamlah ke dalam laut, dan ceritakan padaku apa yang engkau temukan di dalamnya !”.

Setelah ifrit menyelam dan mengamati isi lautan, ifrit kembali dan menghadap nabi sulaiman, ifrit pun melaporkan hal yang sama dengan tidak menemukan hal yang mengagumkan tersebut, padahal ifrit ini menyelam dengan dua kali lipat dari jin ysng pertama.

Kemudian nabi sulaiman berkata kepada Ashif bin barkhiya, beliau adalah wazir (perdana menteri) nabi sulaiman: “Wahai Ashif bin barkhiya, menyelamlah dan sampaikan kepadaku pengetahuanmu tentang yang berada dalam laut ini !”.

Sesaat kemudian Ashif bin barkhiya muncul dari laut dengan membawa sebuah kubah yaitu bangunan persegi sebesar kamar atau ruanganmemiliki kubah atau cungkup sebagai penutup atasnya. Kubah ini memiliki empat pintu, pintu pertama terbuat dari intan durr, kedua dari intan jauhar, ketiga dari intan zabarjad hijau dan pintu keempat terbuat dari intan yaqut berwarna merah. Anehnya pintu ini selalu terbuka namun tidak ada setetespun air laut yang masuk kedalam kubah ini, padahal kubah ini di temukan di kedalaman laut dengan jarak tiga kali lipat jauhnya dari jarak yang di tempuh oleh jin ifrit.

Ashif pun meletakkan kubah itu di hadapan nabi sulaiman alaihissalam, semuanya di kagetkan dengan keberadaan seorang pemuda yang sangat tampan dengan pakaian yang sangat indah, pemuda ini terlihat berada di tengah kubah sedang berdiri melaksanakan sholat. Kemudian nabi sulaiman masuk ke dalam kubah dengan mengucapkan salam pada pemuda tersebut, lalu nabi sulaiman bertanya: “Gerangan apakah sebabnya hingga engkau mampu tinggal di dasar laut yang sangat dalam ini ?”.
Pemuda menjawab: ” Ya nabiyallah, Sesungguhnya dulu aku mempunyai kedua orangtua yang sangat sepuh dan uzur, bapakku sudah tidak bisa beraktifitas lagi karena sepuhnya, beliau hanya duduk saja. Sedangkan ibuku buta kedua matanya, aku melayani mereka berdua selama 70 tahun.

Dan ketika ibuku akan wafat, beliau berdo’a untukku :”Ya Allah, panjangkan umur anakku dalam ketaatan pada-MU”. Dan ketika bapakku akan wafat, beliau pun berdo’a untukku: “Ya Allah, berikanlah tempat untuk anakku dalam beribadah kepada-MU,sebuah tempat yang tak pernah diketahui dan mampu di jangkau oleh bangsa jin dan syetan”.

Maka setelah aku selesai memakamkan jenazah keduanya, aku pergi ke pinggir laut ini, dan aku melihat kubah ini, aku pun masuk untuk melihat keindahan di dalamnya, kemudian datanglah malaikat yang membawa kubah ini sedangkan aku berada di dalamnya, dan menempatkannya di dasar laut ini”.

Nabi sulaiman bertanya lagi: “Di zaman siapakah,pertama kali engkau mendatangi pinggir laut ini ?”.
Menjawab si pemuda: “Di zaman nabiyallah ibrahim alaihissalam kholilullah”.

Sejenak nabi sulaiman menghitung masa si pemuda sampai saat itu, maka di ketahui si pemuda itu telah beribadah di kubah tersebut di dalam dasar lautan selama 2400 tahun (Dua Ribu Empat Ratus Tahun).

Nabi sulaiman bertanya lagi: “Lalu bagaimana engkau memenuhi kebutuhan makan dan minummu ?”.
Pemuda menjawab: “Ya nabiyallah, setiap harinya datang padaku seekor burung berwarna hijau, yang dalam paruhnya membawa sesuatu (makanan) berwarna kuning mirip kepala manusia, aku memakannya, dan makanan itu memiliki semua rasa lezat yang ada di dunia ini, setelah memakannya maka hilanglah semua rasa lapar, haus, panas, dingin, mengantuk dan rasa lainnya (sehingga waktuku aku habiskan dalam beribadah kepada Allah).

Berkata nabi Sulaiman alaihissalam: “Baiklah, sekarang apakah engkau mengingankan hidup bersama kami atau engkau kembali ketempat peribadatanmu di dasar laut?”.
Pemuda menjawab: “Kembalikanlah aku pada tempatku di dasar laut Ya Nabiyallah”.
Kemudian Nabi sulaiman memerintahkan Ashif bin barkhiya untuk mengembalikan si pemuda dan kubahnya ke tempat asalnya di dasar laut.

Setelah itu nabi sulaiman berkata pada pasukannya dari bangsa jin dan manusia: “Lihat dan kalian telah menyaksikan, bagaimana Allah telah mengijabah do’a kedua orang tua, maka takutlah kalian untuk berbuat durhaka pada keduanya”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: