MUTIARA-QOLBU

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuan nya

Menurut National Institute of Mental Health di Amerika yg meneliti perilaku suicidal (bunuh diri), “Kebanyakan orang yg dikenal memiliki faktor2 resiko bunuh diri tidak mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri”. Penelitian juga menunjukkan bahwa sesorang yg pernah melakukan percobaan bunuh diri ternyata bereaksi berbeda thd satu kejadian, berpikir berbeda, dan mengambil keputusan yg berbeda dibanding orang yg tidak melakukan upaya bunuh diri.

Apa artinya? Itu membuktikan bahwa ketika seseorang bunuh diri ataupun berputus asa, maka itu adalah pilihan dari masing2 individu. Sebab jika bukan pilihan maka tentunya semua orang yg teridentifikasi memiliki faktor resiko akan bernasib sama: semua akan mati bunuh diri, dimana faktanya adalah kebalikannya, yakni mayoritas yg berisiko justru tidak melakukan bunuh diri.

Apa pesannya? Betapapun kita menghadapi banyak kesulitan dalam hidup, janganlah pernah berputus asa. Harus tetap semangat, karena Allah tak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kemampuannya.

Mungkin ada yg masih ngeyel bertanya … ‘jika benar demikian, tak membebani sesuai dengan kemampuan, lalu mengapa ada orang yg bunuh diri?’ … well, mereka yg bunuh diri itu persis seperti siswa murid yg memilih kalah tak mau menghadapi sulitnya ujian kenaikan kelas. Bukan gurunya yg salah bikin soal ujian, tapi murid-nya aja yg generasi pubg sehingga gampang menyerah kalah, padahal mestinya ia paham bahwa untuk naik kelas itu perlu melewati soal2 ujian yg seringkali tak mudah. Lha naik kelas aja ada ujiannya, mosok masuk ke surgaNya tanpa ujian?

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ‘Kami Telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi?” [al-Ankabut/29:2]

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: