MUTIARA-QOLBU

KEBANGGAAN RIA YANG TERSELUBUNG

بِسْـــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Beberapa orang memiliki kemampuan untuk berpuasa Senin Kamis, sepanjang tahun, tapi yang lain mungkin tidak bisa.

Namun mereka memiliki kemampuan bangun di tengah malam untuk Sholat Tahajjud setiap malam, tetapi yang lain tidak dapat bangun meskipun sudah berusaha.

Yang lain tidak bisa melakukan kedua hal di atas, tetapi di mana pun mereka berjalan dan menapakkan kaki, mereka bersedekah dengan murah hati kepada para pengemis dan para anak yatim piatu

Beberapa orang tidak memiliki kekuatan untuk melakukan amalan amalan tambahan, tetapi mereka mampu menjaga agar hatinya tetap bersih dan wajah yang tersenyum terhadap orang-orang sepanjang waktu.

Yang lain lagi tidak melakukan apa-apa selain hanya membuat anak-anak tertawa ketika bertemu dengan mereka. Atau sedikit kebaikan yang tulus karena Allah

Intinya?

Jangan pernah berpikir bahwa mereka yang tidak melakukan seperti apa yang kita lakukan lebih rendah daripada kita, atau tidak memiliki apa pun yang bisa dipersembahkan bagi orang lain.

Jangan pernah berpikir bahwa tindakan kita untuk beramal beribadah lebih baik daripada tindakan orang lain.

Jangan biarkan kesolehan kita menumbuhkan kebanggaan terselubung dalam diri kita.

Jangan biarkan kesolehan kita mengisolasi diri kita dari keluarga, teman dan kaum muslimin. Jangan biarkan itu membuat kita merasa lebih suci dari orang lain.

Keturunan, kekayaan, kemampuan ilmiah, warna kulit kita, kekuatan di medan perang bukan kriteria untuk kesalehan kita.

Ada banyak di Afrika, Eropa, Asia, Cina dan seluruh dunia yang mungkin lebih dekat dengan Allah daripada kita karena fakta sederhananya bahwa mereka dapat menanggung kesulitan dan mengatasi cobaan lebih baik daripada kita.

Ada banyak manusia di dunia ini yang lebih dekat dengan Allah meskipun mereka tampak biasa-biasa saja.

Afiliasi kita dengan sebuah jamaah atau lembaga ilmiah mana pun, harus menjadi sarana untuk memusnahkan ego dan kebanggaan kita, tanpa memandang rendah orang lain.

Ada banyak yang hatinya murni meskipun tidak berafiliasi dengan salah satu di atas. Karena hal tersebut bukanlah paspor otomatis ke Surga.

Ada orang yang masuk surga hanya dengan memuaskan dahaga seekor anjing, adapun yang lain mendapatkannya dengan hanya memaafkan semua orang setiap hari sebelum tidur bahkan dengan menjaga wudhu setiap hari tanpa putuspun terompah atau sandalpun sudah terdengar dalam sorga.

Mereka tidak memiliki banyak hal untuk ditampilkan, tetapi apa yang mereka lakukan, sangat terpuji dihadapan Allah.

Seseorang mungkin berjalan melalui gerbang surga hanya dengan modal yang sangat sedikit dan kehadirannya ketika hidup di muka bumi tidak dianggap penting atau tidak terkenal, sementara yang lain dengan perbuatan yang jauh lebih besar dan terkenal seantero jagad justru binasa karena kesombongan mereka.

Dan Jangan terkejut jika suatu saat orang yang tidak terkenal itu menuntun Anda berjalan melewati gerbang Surga karena niat saling mencintai karena Allah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ جَآءَ بِا لْحَسَنَةِ فَلَهٗ عَشْرُ اَمْثَا لِهَا ۚ وَمَنْ جَآءَ بِا لسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزٰۤى اِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ
mang jaaaa bil-hasanati fa lahuu 'asyru amsaalihaa, wa mang jaaaa bis-sayyi`ati fa laa yujzaaa illaa mislahaa wa hum laa yuzhlamuun

“Barang siapa berbuat (membawah) amal kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barang siapa berbuat (membawah) kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikit pun tidak dirugikan (aniayah atau dizalimi).”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 160)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: