MUTIARA-QOLBU

KISAH TRAGIS PRESIDEN PERTAMA MESIR

Sejarah Republik Mesir diwarnai oleh kudeta militer. Tercatat bukan hanya As Sisi yang mengkudeta presiden Musri rahimahullah, namun sejarah kudeta militer sudah dimulai di awal pendirian negara Arab terbesar ini.

Muhammad Najib awalnya termasuk jenderal yang mengkudeta Raja Faruq, menghapuskan monarki dan mengganti sistem Pemerintah Mesir menjadi Republik di tahun 1952.

Sebenarnya…

Yang punya rencana mengkudeta Raja Faruk adalah Jamal Abdun Naser. Jamal kemudian mengumpulkan kekuatan militer yang didukung oleh komunis dan juga ikhwanul muslimin untuk melakukan kudeta.

Tapi ketika itu Nasser cuma perwira menengah, pangkatnya cuma Letkol. Kudeta butuh figur seseorang yang lebih top. Maka diajaklah Jenderal Naquib untuk ikut serta.

Sebelumnya, Najib adalah jenderal veteran Perang Arab-Israel yang pertama. Selain itu dia adalah seorang intelektual, memiliki gelar Master of art di bidang politik dan menguasai banyak bahasa. Di antaranya Arab, Inggris, Perancis, Jerman, Italia dan bahkan Ibrani.

Sosok Najib ketika itu sangat populer di tengah rakyat Mesir.

Di tahun 1954 setelah Raja Faruk ditumbangkan, pemerintahan Naquib mulai berjalan, Naser mengkudeta Naquib dan naiklah dia sebagai pemimpin.

Ketika beliau ditangkap dari kantornya pada saat kudeta, beliau terlihat membawa mushaf Al Quran.

Najib memang memiliki kebiasaan dari kecil memulai harinya dengan membaca Alquran. Alquran yang beliau bawa tidak lepas dari beliau sampai ketika beliau diasingkan ke sebuah villa, mungkin semacam Wisma Yaso kalau di kita.

Bedanya, kalau Bung Karno cuma merasakan pengasingan beberapa tahun di Wisma Yaso, maka Najib dipenjararumahkan selama 20 tahun. Hanya ditemani oleh Alquran dan buku bacaan lainnya.

Di tahun 1972 Najib baru dibebaskan oleh Presiden Anwar Sadat.

Tahun 1984 Naquib meninggal di pengasingan karena penyakit lever.

Kudeta-kudeta militer di Mesir mengingatkan saya pada ucapan Presiden Jokowi yang tersebar di media Arab.

إن القوات المسلحة يجب أن تبقى بعيدا عن السياسة وأن يكون ولاؤها للدولة والحكومة فقط.

Semoga Allah rahmati dan ampuni dosa-dosanya Jenderal Najib.

Atas: Foto beliau ketika ditangkap.
Bawah:
Kiri: Bersama Jamal Abdunnashr yang kemudian mengkudeta beliau.
Kanan: Bersama Ma Bufang, duta besar Cina yang beragama Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: