MUTIARA-QOLBU

DUA RAJA ALI HAJI, KAKEK DAN CUCU YANG MENJADI PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

Ada dua orang kakek dan cucu yang menjadi pahlawan nasional Indonesia, keduanya merupakan bangsawan Melayu keturunan Bugis.

Yang pertama, sang kakek yang bernama Raja Ali Haji Fisabilillah (1727-1784). Beliau adalah bangsawan Melayu keturunan Bugis yang juga merupakan adik dari Sultan Selangor pertama, Sultan Salehuddin Shah.

Tentang keterkaitan suku Bugis dan Kerajaan-kerajaan Melayu di Semenanjung dan Kepulauan kapan-kapan kita bahas insyaAllah.

Raja Ali Haji Fisabilillah adalah bangsawan yang patriotik. Beliau rahimahullah gugur ketika memimpin penyerangan mengusir Belanda di Teluk Ketapang.

Tahun 1997, pemerintah NKRI menganugerahkan gelar pahlawan nasional kepada beliau. Nama beliau dipakai untuk nama bandara di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dan Masjid besar di Cybercity, Selangor Malaysia.

Adapun sang cucu yang bernama Raja Ali Haji bin Raja Ahmad bin Raja Ali Haji Fisabilillah adalah seorang sastrawan Melayu. Karyanya yang terkenal di antaranya adalah Gurindam 12, Tuhfatun Nafis, dan Kitab Pengetahuan Bahasa.

Raja Ali Haji (cucu) rahimahullah inilah yang meletakkan dasar-dasar Bahasa Melayu modern. Bahasa inilah yang kemudian ditetapkan menjadi bahasa nasional Indonesia dalam Sumpah Pemuda 1928.

Menyusul sang kakek, Raja Ali Haji (cucu) diangkat menjadi pahlawan nasional Indonesia pada tahun 2004.

Semoga Allah ta’ala merahmati keduanya.

Sumber: WMB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: